Decision in My Life

Dalam mengarungi hidup ini terkadang kita harus mengambil keputusan yang akhirnya dapat mengubah hidup kita. Berubah ke arah yang lebih baik atau malah lebih buruk, mau tidak mau kita sendiri haruslah move on dan life must go on. Rasa-rasanya sudah lama banget tidak meng-update blog ini, sudah lama pula saya tidak curhat melalui media ini. Sesuai kalimat pembuka dan judul dalam posting ini, saya mau curhat tentang beberapa keputusan atau decision yang akhirnya mengubah hidup saya.

1. Tidak Menyelesaikan Kuliah

Masuk melalui jalur khusus/PMDK tidak menjamin kuliah lancar. Ini mungkin yang pernah saya alami. Semester 1 sampai semester 6 dilalui praktis tanpa hambatan, terbukti dengan IPK 3,… (lupa). Semester 7 ke atas, kala itu tergoda dengan magang kerja yang ditawarkan pihak program studi ke saya yang malah menyebabkan kuliah jadi keteteran, dan sampai pada titik meniatkan untuk tidak melanjutkan. Ingat ya, saya bukan di DO, tapi saya tidak melanjutkan ๐Ÿ™‚

Apakah saya menyesal? Tentu saja, tapi ya… bagaimana kalau passion berkuliah sudah hilang, dipaksa apapun hasilnya juga gak akan maksimal walau tinggal mengerjakan tugas akhir, bayar ini bayar itu, ujian, wisuda, sudah. Live must go On, sekarang tinggal membuktikan kalau saya bisa survive tanpa title di belakang nama dan tanpa ijasah sarjana.

Blog dan tidak tamat kuliah

2. Hidup dari IT dan Internet

Saya belajar banyak tentang dunia IT secara autodidak, banyak baca ( gugling ), banyak mencoba. Lihat & perbesar gambar di atas, saya mengawali belajar komputer secara autodidak dari membuat presentasi dengan powerpoint, lalu beralih ke internet dan blogging lalu belajar mengoperasikan Linux ( Desktop ). Terimakasih Tuhan, saya dipertemukan dengan komunitas-komunitas dan guru-guruย  yang membuatku nyaman belajar itu semua. Tak ada pendidikan formal dan nonformal yang aku ikuti sampai sekarang, tetapi dari IT dan internet ini, saya sudah merasakan menjadi penjaga warnet sampai manager warnet, seorang IT trainer sampai dosen/instruktur lembaga pendidikan di bidang IT serta berkesempatan membangun dan memimpin startup company.

Alhamdulillah, sampai saat ini saya masih bertahan hidup dengan kemampuan ber- IT dan internet yang kudapat walau dengan autodidak.

3. Menikah meski Hidup belum Mapan

Prosesi Ijab Qabul Hendri & Susi

Prosesi Ijab Qabul Hendri & Susi

Ada teman yang bilang kalau mau menikah minimal harus punya duit segini… untuk resepsi sederhana saja pasti menghabiskan duit segini… Jadi tabungan kamu harus minimal ada segini… dan sebagainya dan sebagainya… Hampir saja hal ini membuatku down, bagaimana tidak, aku hanyalah seorang freelancer lulusan SMA dengan pekerjaan dan gaji bulanan yang tidak tetap mau mempersunting anak orang. Mau dikasih makan apa nanti? Tetapi kami yakin bahwa dengan menikah selain menyempurnakan agama, juga jalan untuk membuka pintu rezeki. Akhirnya 15 Maret aku membawa langsung kedua orang tuaku untuk melamarnya. Keyakinan itu berbuah manis, saya keterima untuk bekerja di sebuah perusahaan swasta di bidang IT. Walau dengan gaji pas-pasan, akhir bulan Agustus 2014 kemarin kami mampu menyelenggarakan pesta resepsi pernikahan kami.

4. Pindah Domisili

ย Kalau jodoh siapa yang tau? Asam di gunung, garam di laut kalau berjodoh juga bertemu di satu belanga. Saya lama tinggal di Solo, tetapi Tuhan memberikanku jodoh yang berada di Bekasi ( kalau di sosmed, lagi ramai kalau Bekasi itu jauuuhh banget ๐Ÿ™‚ ). Istri kebetulan sudah nyaman tinggal di kotanya, begitupun sebenarnya diriku. Setelah kita berdiskusi, akhirnya saya yang mengalah dan pindah ke kota di mana istri saya berdomisili. Bagi saya, di manapun tidak masalah yang penting dekat dengan istri yang telah Tuhan pilihkan untukku. Duh, jadi teringat postinganku di sini.

Bekasi yang lagi ramai di sosmed

Meme Kota Bekasi yang lagi ramai di sosmed

Walau kepindahan domisili saya baru sebatas de facto ( halah… ), sedikit demi sedikit, sehari demi sehari, bulan berganti, selama ada istri yang selalu di sisi, pindah domisili bukan lagi menjadi hal yang perlu disesali. Keluar dari zona nyaman? Memang, tapi sekarang saya masuk ke zona yang lebih nyaman. Bye Solo! Welcome Bekasi :p . Horee… sekarang saya akan mengalami yang namanya mudik… ๐Ÿ™‚

6 thoughts on “Decision in My Life

  1. Wahyu Asyari Muntoha

    testimoni:

    ya mashendri ini, yang ngopeni saya beberapa hari saat ada projek di solo sekitar 6bulan sebelum dapat kosan.
    pancen hidup ini pilihan mas, semoga pilihan2 yang sudah diambil dapat membawa kesuksesan di dunia dan akhirat ya ๐Ÿ™‚
    Sukses!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.